Cari

Mulai sekarang saya lebih fokus untuk mengurus naspard.net :) terima kasih atas segala pelajaran dari kamu untuk saya dengan blog ini.

Telur VS Wortel

Alhamdulillah,
Selamat pagi, dan selamat berbahagia dengan keluarga.

Setelah ngebahas tentang perseruan antara bola tenis vs telur, eh kok ada yang milih bola basket katanya lebih gede. Apapun itu. 'Melenting' bukan melting yang diperlukan. Nah, tapi kasihan juga kalau si telur harus diejek disana. Maka ditulisan kali ini ceritanya si telur sms ke saya bahwa sesekali dia minta dibagusin.

Nah perbandingan waktu itu soal gigih. Sekarang soal sabar. Kenapa harus analogi antara telur dengan wortel, mengapa enggak yang lain? artikel ini artikel terinspirasi oleh bukunya bang ippho 'Marketing is Bulshit' nah disana dituliskan tentang ini. Jadi sebaik baiknya ilmu kan ilmu yang diamalkan. Sudah nangkep kan sampai sini?

"Wortel semakin ia direbus semakin ia lunak, beda dengan telur semakin ia direbus semakin ia menjadi"

Nah, tipe orang seperti anda sahabat sekalian. Yang harus melenting, atau harus sabar dalam bertindak?
Dekati yang punya kesemuanya, sayangi, dan minta tahu dari-NYA.

Seberapa sabar anda dalam menghadapi keadaan genting?
Adakah cara yang salah jika dipahami dengan benar?

Selamat pagi, selamat berakhir bahagia
Semangat untuk sukses, dan sukses untuk bahagia

Naspard

4 comments:

  1. dadi intine awak e iki endok, semakin di asah semakin jadi. tapi nek awak e ceblok yo pecah hahahaha #guyon. Seng tenan nduwor iku loh ya wkwkwkwkw

    ReplyDelete
  2. Iya, ini berat, gue harus milih antara harus jadi wortel atau telor. Tapi tergantung apa dulu; telor puyuh, telor itik apa telor ayam, juga tergantung wortelnya, wortel busuk apa wortel seger. Tunggu dulu, ini gue ngomongin apa sih?

    ReplyDelete
  3. hemmm ya mantap tuh analoginya, berarti jadilah seperti telur, semakin "panas" semakin menjadi, btw si feby mau masak sop ye?

    ReplyDelete

Sudah baca, buruan komentar donk!
Jangan lupa komentar kamu saya moderasi terlebih dahulu.