Cari

Mulai sekarang saya lebih fokus untuk mengurus naspard.net :) terima kasih atas segala pelajaran dari kamu untuk saya dengan blog ini.

Makan itu sebaiknya......


~Dikarenakan sebentar lagi ramadhan tiba semangat menggebu-gebu tentang makanan harus cepat dipostingkan kalau udah kedahuluan puasa entar jadi basi nih postingan #sekedar basa-basi (hehe --V)

~Ini tulisan awal idenya berasal dari khutbah jum'ah 2 minggu yang lalu (gak tahu kenapa gak ngantuk padahal tiap jum'atan selalu aja ngowos(indo:tidur) #hehe). Tiba-tiba saja mata terfokus pada satu titik, pendengaran ikut juga fokus hingga hati pun ikutan fokus mendengarkan (wuih lebaynya). Dalam Khutbahnya si khotib bercerita kurang lebihnya dan editan saya seperti ini :
Suatu hari ketika saya berbincang-bincang dengan teman saya, yang kerjanya adalah supir majikan ia menceritakan kepada saya ketika ia diajak untuk mencari makanan.

~Ketika itu matahari tepat diatas kepala, sang majikan saya mengajak saya untuk berkeliling mencari tempat makan. Namun tidak seperti biasanya beliau kebingungan untuk hari ini, dari tempat makan ketempat makan yang lainnya beliau tidak mensetujui padahal dari sekian tempat yang dituju adalah tempat makan favorit si bos. Kata si beliau saya "Bosan ah makan ditempat ini terus".Namanya juga supir mau gak mau juga harus menuruti apa kata beliau.

~Hingga beliau memutuskan karena sudah kelaparan, dan saya juga kelaparan juga. Ia menyuruh turun didaerah tempat makan elit yang disampingnya terdapat warteg. Awalnya beliau mengajak saya untuk makan bersama dia, saya menolaknya karena memang gak terbiasa dengan bangunan tempat makan dan kurang percaya akan asal makanannya, karena bangunannya juga terlihat rada elit. Dan beliaupun masuk.namun saya pergi ke tempat warteg terdekat tersebut.

~Belum sepenuhnya habis hidangan yang disediakan oleh ibu warteg beliau datang ketempat saya, beliau terkejut dengan saya. Mungkin bayangan beliau "Hanya makan-makanan sederhana dia bisa makan dengan nikmat hingga berkeringat, gila amat". Karena malunya dengan bos makan yang awalnya saya perlahan, saya coba percepat tanpa mengurangi dengan menikmati apa yang dihidangkan.

~Dalam perjalanan pulang beliau bertanya, "Kok, bisa-bisanya kau makan hingga berkeringat?", "Intinya satu bos, makanan itu adalah harta sejenak, jika kita tidak pandai mensyukurinya dengan menikmatinya sia-sia kah harta tersebut dalam perut kita" jawab saya sopan. "Terus apa hanya dengan makanan seperti itu, kita bisa mendapatkannya?" tanya beliau lagi. "Ya tidak sih bos, asalkan saat kita makan kita dapat mensyukuri dan tidak menyia-nyiakan yang telah ada".

~Itu diatas telah saya edit habisnya juga rada lupa apa saja yang dikatan khotib. Yan terpenting sebelum saya memposting saya telah makan BAKSO :P #hehe.

~Teringat ketika sang ustadz dulu bercerita nikmatnya makan ketika kita bisa merasakan rasa makanan tersebut hingga keringat berkucuran (tapi jangan sampai banjir ya kasihan jakarta entar tenggelam *apa nyambungnya yak*).

~Saya rasa adab makan mungkin sebagian sobat telah paham jadi gak penting kalau saya sertakan juga pada postingan kali ini. Hanya

Ketika kenikamatan telah masuk dalam perut
Ketika rasa telah membuat bibir tersenyum
Ketika pencernaan membuat keringat berkucur
Hingga rasa syukur terucap
Ingatlah yang menciptakan
Dan terima kasih adalah hal terbaik

~Tentang tema ramadhan mungkin untuk positing berikutnya, gak etis(#jiah) kalau saya gabungin di posting ini kan. Do'ain aja saya bisa segera menarikan jari-jari ini untuk berkarya

~Terpinting dari saya (kumat gak ingin berhenti nulis) adalah : ********

~Eh jangan lupa komentar...

~ka..... ("si malaikat datang") #ngacir.........

4 comments:

  1. makaaaaaan.. mari makaaaaaan

    ReplyDelete
  2. Ya kita seharusnya makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.. :)

    ReplyDelete
  3. itadakimasu......
    mari makan siang :e

    ReplyDelete
  4. @kk nuel: mari makan..... tarktir yak...
    @kk feby: sip itu kata kata teraktual.... :D ;)

    ReplyDelete

Sudah baca, buruan komentar donk!
Jangan lupa komentar kamu saya moderasi terlebih dahulu.